Aku takut? Tatapan matanya,bukannya
dia galak,kaku dan dingin mungkin atau tidak.Apa itu yang kutakuti ?
tidak,belum tau maksudnya.Asrama di dekat kebun rambutan jadi tempat tinggal
pertamaku disini.Kenapa aku membahas hal ini?kenapa aku begini? Teringat kenangan?
Masa lalu? Tidak,satu bulan disini aku mulai merasa nyaman,sesekali dia
menatapku tajam.Ah,itu biasa.kenyamananku mulai terusik,rasa takut itu muncul
setelah dia menggantikan pembimbing tahfidz.Bukan mata itu yang aku takuti,tapi
setiap ingin menyetorkan hafalanku ke dia sekejap hafalanku hilang,mungkin aku
belum terbiasa,hal itu terus berlanjut dan seiring berjalannya hari bibir ini
mulai mengeluarkan sepatah kata.
Malam itu kita berkumpul di
mushola,dia memberikan wejangan.yeah...baru kali ini aku melihatnya berbicara,
suasana berbalik.Setelah bersepeda dan berbelanja ke pasar aku mulai
memasak,dia mengagetkanku dan mengajakku berbicara,tanganku yang sibuk
memainkan alat masak tidak berhenti sejenak layaknya seperti irama bibirku
menjawab perkataannya sambil meliuk di
depan meja dapur.Saking nyamannya tinggal disini,terkadang aku pergi tugas
sendiri atau dengan kelompok lain.Sendiri itu bebas,yeah...hampir semua daerah
disini telah kukayuh dengan sepeda gunung,track disini berbukit cocok sekali
dengan hobiku.Saat SMP aku sering bersepeda di tiga perempat malam,itu caraku
agar tidak tertarik dengan rokok atau miras.Yeah,temen sekelasku dengan
bangganya melakukan hal itu tiap ekskul day.Hoax,memang remaja sering merasakan
stres ketika ada masalah,yang dibutuhkan adalah ketenangan bukan
kesenangan,karenanya aku bersepeda di malam hari melewati jalan sepi seperti
kompleks eks pabrik gula,belakang PT.INKA dan sampai ke tengah ladang
persawahan.Tapi semua itu terlalu mainstrem,malam itu hatiku
bergemuruh,insomnia itu biasa.Aku keluar asrama dan bersepeda keliling pemkab
dan mampir kesebuah danau. “Ada apa?”.”Bagaimana jika aku berenang?”.”Seberapa
dalam ya?”.”Eh,aku tidak bisa berenang”.Kakiku berayun-ayun menyentuh
air,sorotan cahaya lampu samar-samar,pukul 23:45 WIB,aku terdiam mataku
terpejam dan badan mulai lemas seakan siap terhempas.Aku tersadar setelah
mencium sesuatu, pemancing di sebelahku kehilangan kesadaran.Sial,dia mabuk.Aku
segera pulang.Ketua kelompokku mulai jarang datang ke asrama.Walaupun tidak ada
intruksi,aku tetap bertugas.Tak seperti biasa,hari ini gerimis,kita masih
tertahan di asrama.Kami nekad berangkat.”Eits,tunggu dik,antum bareng ane aja
naik motor”,nggak ada petir kan? Ini masih pagi.Hmm,oke adrenalinku mulai
meningkat tapi sikapku dingin,anggap saja sama seperti ketua kelompokku.”Hujannya
cuma di bukhori doang ya dik,tuh disini aja terang”.sesekali kita mengobrol di
perjalanan,melewati area pemkab berjajar penjual durian di mobil bak terbuka.”Aromanya,hmm”.”Durian
dik?”.”Haa?”.”Kamu bisa renang ngak? berani renang disitu?”.wajahnya menoleh ke
danau.”Haa?” aku tersenyum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar