NAPAK TILAS
HERDIMANTOYO
(
Oleh : Rahmandika Priasandi )
Try Out pun selesai,Maman segera
keluar kelas menuju ke masjid sekolah disana biasanya dia berkumpul dengan
temannya dan menunaikan sholat dhuha.Saat di depan masjid tampak Misdika,Sahyo,Tanto
dan Hermawan. ”Hey bol*...gimana try out matematikannya? tanya Maman.
“hah,lumayan lah” jawab Misdika.”langsung pulang apa sholat dulu ki?” tanya
Maman.”Sholat dulu ae lah !” jawab Hermawan.Maman segera bergegas untuk berwudhu,setelah selesai wudhu
“Bentar man,tungguin aku dong ntar imami !” ujar Sahyo.” Ha ? Sholat
sendiri-sendiri kenapa,biasanya solat dhuha ya sendiri “.”loh Man ini jam
berapa lho,dah waktunya sholat dhuhur nih ?” tanya Tanto.”Ha??? beneran to?Ini
jam berapa sih? perasaan masih pagi deh ( bingung mencari jam).” Ini sudah jam
12 siang” ujar Misdika.”Kamu tuh gimana sih ?
masih pusing kali ya abis try out matematika ?” Tanya Hermawan. “Tenang
saja Man,ntar kamu pake sepedanya Misdika itu lho ! “sambung Tanto.”Iya
nih,bingung aku saya kira masih pagi,bener lo ya ntar aku pake sepedanya Misdika
soalnya sepedaku masih rusak ?” jawab Maman. “Iya ya, ayo sholat!” kata Sahyo.
Setelah sholat mereka bergegas
pulang,sampai di dekat gerbang mereka berhenti sejenak.”Ayo pulang bol*?”tanya
Maman.”Nanti kita langsung ke rumahnya Misdi” jawab Sahyo.”Aku juga,Tanto tadi
berangkat naik sepeda jadi langsung ke rumahnya Misdika “ ujar Hermawan. “Ha?
bener ta ?ealah kog gak sms dulu sih kalau mau langsung berangkat,lha kamu dah
bawa kaos lapangan,To ?”tanya Maman.”Udah man!” jawab Tanto.”Ya Allah,berarti
aku pulang sendiri nho ?” ujar Maman.”Sudah pulang dulu sana,ntar ngumpul di
rumahe Misdika jam 1!”kata Sahyo.”Lha kamu gak
langsung ke rumahe Misdika?”tanya Maman.”Bentar,kita mau wifian
dulu,hehe”jawab Hermawan.
“Ya
udah lah,aku pulang dulu ntar jadi ya jam 1 aku tak langsung ke rumahe Misdika,Asalamualaikum
!”ujar Maman.”Waalaikumsalam”...
Sampainya di rumah ,Maman segera
berkemas menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa untuk Napak Tilas.”Mas,ganti
baju dulu ta !”ujar Ibu.”Iya bu,ntar langsung berangkat !”jawab Maman.”Jadi
ikut Napak Tilas to? “Jadi bu,temen-temen dah ngumpul di rumahnya Misdika.” Lha
bapak nanti yang jemput di terminal siapa? Kamu tuh sudah kelas tiga lho bentar
lagi ujian,malah ikut kegiatan segala”.”Kemarin aku sudah sms bapak katanya
naik becak,sekali ini aja bu?yaa?”jawab Maman.”ya terserah kamu lah,makan dulu gih”!.”
iya bu”.Dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya Maman segera makan,
setelah selesai dia langsung ganti baju lapangan dan berpamitan kepada ibu.
Sesampainya di rumah Misdika,Maman
segera bersalaman dengan ibu Misdika “Asalamualaikum”...”Waalaikumsalam,ikut
napak tilas man?”ujar ibu Misdika, “ikut bu”.:”yaudah, ndang bikin es sana!” .Ibu
Misdi penjual tepo kecap,jadi setiap mampir di rumahe ,pasti di bikinin tepo.Hermawan,Sahyo
dan Tanto pun asyik ngemil jajanan yang ada di warung ibu Misdika.”Yo,beli permen
yuk buat bekal perjalanan ntar?”ajak Maman.”Ayo,tapi aku gak beli apa-apa
lho”jawab Sahyo,”iya ya”...”Aku titip bol,tolong belikan air mineral”ujar
Hermawan. “Yaudah,kamu beli aja sama Maman,aku gak beli apa-apa egk”jawab
Sahyo.”Ealah yaudah”ujar Hermawan. Maman dan Hermawan bergegas pergi ke
minimarket dekat rumah Misdika.Setelah membeli beberapa makanan ringan dan air
mineral Maman dan Hermawan kembali ke rumah
Misdika.”Man,makan dulu ki dah dibikinim tepo”ujar Misdika.”Iya di aku
dah kenyang,tadi aku baru aja makan waktu di rumah,bener !” jawab Maman,”Ya
ndang di makan sana,dah dibikinin tepo kog,dibagi ke her kalo ntar gak habis”
ujar Misdika. “Iyaa ya”.
Setelah
selesai makan ,Hermawan,Misdika,Maman,Tanto dan Sahyo bersiap-siap untuk
berangkat sambil mengecek sepedanya masing-masing dan mereka segera berpamitan
kepada ibu Misdika.”Bu,pamit dulu ya?’kata Misdika.”iya lha nanti kalian nyusul
apa nunnggu di mana gitu?”.”nanti ke rumahe Eko dulu bu,minta petunjuk arah ke
MI Salak ,kan nanti basecamp pertama di MI Salak itu bu”jelas Maman.
Waktu menunnjukkan pukul 13.45
wib,cuaca siang ini cukup panas mereka bersepeda dengan santai sambil sesekali
bercanda.”Ayo bol,ini baru melewati 1 ring road,masih ada 2 ring road lagi,haha”ujar
Misdika.”banyak banget ow?’tanya Sahyo.”Loh,bener lo pertama ringroad kandangan
ni,trus ringroad dari terminal lama ke siliwangi dan dari siliwangi ke jalan
raya solo”.jelas Misdika.”whalah,heg.e ya !” .”Her,anak pramuka kira-kira ki
dah sampai mana ya?”.tanya cahyo.”gak tau aku,tadi aku disms masih daerah
kedunggalar kayag.e”jawab Hermawan.”coba tanyakan Linda, Her?”tanya
Maman.”Sudah man,tadi dah ku sms katane di daerah kedunggalar,ya Allah!!!”jawab
Hermawan”.”haha,iya ya...”ujar Maman.Mereka terus mengayuh sepedanya, “Bol,bokong
sakit eg,sadel sepedahku gak nyaman”kata Misdika.”Haha,sama di,masih mending
sepeda kamu gak kenapa-kenapa sepedahku setirnya bengkong nih”ujar Tanto.”dan
akhirnya tantangan pun muncul,mereka akan melewati jalan raya solo yang sangat
ramai dan dilewati kendaraan besar seperti truck kontainer dan bus cepat.Mereka
harus berhati-hati.”Bol,baris 1 banjar dan agak menepi lho jalane
ramai!”.”Okeee..”jawab Hermawan “eh bol,mampir ke rumah makan duta ki,di
traktir Sahyo!”gurau Misdika.”haha ngawur ae , ngak kog bol Misdika bohong“jawab
Sahyo.”Ciyee,mantan pekerjane duta,haha”ledek Maman. Ayunan pedal sepeda mereka
semakin cepat,rasa lelah perlahan hilang dengan gurauan mereka namun sepanjang
jalan raya solo itu mereka sering menepi keluar dari aspal jalan karena banyak
kendaraan besar yang melintas dengan cepat,hal itu membuat suasana agak
tegang.”Siapa nih yang tau jalan ke rumahnya Eko?”tanya Misdika.”Tanto tau
!”jawab Sahyo.”Iya,pokognya nanti SD Kebon ke selatan terus nanti kalau ada
rumah tingkat kita disuruh berhenti dan hubungi Eko biar nanti di jemput”jelas
Tanto.”Siip lah”jawab Misdika.”Lha ini,belok kiri bol!”kata Tanto.”Oke..”jawab
Sahyo.Setelah melewati jalan raya solo yang ramai itu kini mereka melewati
jalanan desa yang agak rusak dan dilapisi tanah urug.Jalan yang berbatu dan
berdebu menjadi teman perjalanan mereka,”rumahnya Eko masih jauh To ?”tanya
Misdika.”gak tau,pokognya kalau ada
rumah tingkat nanti kita berhenti disana
,trus menghubungi Eko”jawab Tanto.Mereka terus mengayuh sepedahnya sampai
melewati persawahan.”To,coba hubungi Eko kita nih dah nglewati mbulak’an* tapi
kog belum ada rumah tingkat ?”tanya Hermawan.”istirahat dulu disini sambil
menghubungi Eko”kata Sahyo.”Iya bol...”.Di bawah pohon yang rindang mereka
menghilangkan rasa lelah sejenak sambil sesekali menghubungi Eko.”Ayo man,Eko
di sms “ kata Tanto.”Iya To,ni sudah aku sms,coba di miscal”.jawab
Maman.”Gantian ya Man”ujar Tanto.”Iya To !”.Tanto dan Maman bergantian
menghubungi Eko,namun tak ada jawaban dan malah di rijek.”Mungkin Eko lagi
tidur ki,nunggu di sini ae sambil istirahat”kata Sahyo.Akhirnya setelah lama
beristirahat Eko berhasil di hubungi
oleh Tanto.”Halo bol,kamu di mana?”kata Eko.”Aku lagi ndek mbulak’an,rumahmu
dimana?”.jawa Tanto.”halah,masih terus bol,abis itu ada rumah tingkat kamu
berhenti disana”kata Eko.”Oke,”...
Mereka segera melanjutkan perjalanan
,tak lama kemudian terlihat rumah tingkat yang dimaksud Eko,sontak mereka berhenti
disana dan mencoba menghubungi Eko kembali,namun seorang ibu berteriak kepada mereka
“Mas...rumahnya Eko disitu lo!” .awalnya
mereka bingung maksud dari teriakan ibu
tersebut,eh ternyata dia memberitau rumah Eko yang letaknnya tak jauh dari rumah tingkat tersebut.Mereka pun
mendekat ke rumah yang ditunjuk ibu tadi.”sini lo mas rumahnya Eko,loh sampean ki
nyepeda dari rumah?”tanya ibu tersebut.”Injeh bu,niki saking kandangan ! “jawab
mereka serentak.”whalah-whalah,jauh banget lo ! monggo ! Eko masih mandi “.”Iya
bu...”
Tak lama kemudian Eko pun
keluar.”Whalah bol,maaf lo ya aku tadi
ketiduran”kata Eko.”ealah,pantesan di telpon malah di matikan”jawab
Tanto.”Hehe,lha kalian bener naik sepeda sampai sini?”tanya Eko.”Iya lah
bol,kita tu kalau ngomong gak pernah
bohong”jawab Misdika.”trus,gimana ko rute ke MI
Salak ?”tanya Hermawan. “ loh,kalian langsung ke MI Salak to,gak nunggu
temen-temen yang lain?”.”ya enggak lah bol,kita kan naik sepeda ntar kalau nunggu temen-temen kesorean”.jawab Sahyo.”Iya
bol,ntar sampai ke MI dah sore,jadi abis ini langung berangkat aja.”.”Ealah,berarti
abis ini kalian langsung ke MI Salak”tanya Eko kembali.”iya bol,nanti kalau
kita dah sampai disana duluan rencananya sih mau bikin kejutan untuk adik-adik
penegak dan bantara,jadi kalau kita sampai duluan di MI Salak,kita buat
penyamaran dan sambutan lah pokonya,hehe.”jelas Misdika.”yaudah bawa bolpoin
dan buku tulis gak?”tanya Eko.”Enggak eg bol,”jawab Maman.”Ealah bol...bol..”
Eko
masuk ke rumah sebentar mengambil kertas dan bolpoin,dan setelah itu Eko
menjelaskan rute ke MI Salak dengan menggambarkan peta.Namun, sembari
dijelaskan Eko tentang arah peta mereka malah bergurau,hal ini membuat suasana makin hangat dan sesaat mereka
memperhatikan dengan tertawa terbahak-bahak .Setelah peta yang dibuat Eko
selesai mereka bergegas melanjutkan perjalanan.”Pokognya kalian ikuti jalan
kampung ini nanti ada jalan aspal belok kiri”jelas Eko.”Oke bol,kita duluan
yaa”jawab Sahyo.”Oke bol...hati-hati”.
Perjalanan dilanjut ke MI Salak yang
jaraknya sih lumayan jauh kata Eko,namun mereka tetap semangat mengayuh sepeda
ditemani panasnya mentari sore,sesekali Tanto melihat peta untuk mengetahui
arah mana yang akan dituju selanjutnya .”To,setelah ini kita belok
kemana?”tanya Misdika.”Belok kiri di,tuh jalan aspalnya dah keliatan”jawab
Misdika.”kira-kira sampai di MI Salak jam berapa ya”tanya Maman.”mungkin
sekitar jam 4 setengah 5 “jawab Hermawan.Adzan ashar mulai berkumandang namun
mereka terus mengayuh sepeda .”Bol,gak sholat ashar dulu ta?”tanya Maman.”Lha gimana nih?kita berhenti
sebentar di masjid atau nanti sholat ashar di MI Salak?”jelas Misdika.”sholat
asharnya nanti aja kalau sudah sampai di MI Salak”.ujar Sahyo.Setiap ada
perempatan maupun pertigaan mereka berhenti sejenak guna memastikan arah jalan
yang benar di peta,beberapa perempatan sudah dilalui sesuai dengan petunjuk
peta.”bentar bol,sepertinya kita pernah lewat jalan ini deh ?’tanya Maman.”Iya
bol,ini kan jalan yang dulu kita Napak Tilas saat jadi penegak ?”jawab Misdika.Tujuan
mereka semakin dekat,ayunan pedal sepeda semakin cepat dengan perasaan senang
,mereka bergegas melewati jalan yang masih diingatnya saat napak tilas
dulu.”Nah iki lo persawahannya,nanti terus aja ada pertigaan belok kanan dah
sampai”ujar Maman.”iya bol,ayo semangat...”kata Misdika.”Ayoo.gak sabar aku
pengen ketemu anak penegak”sambung Hermawan.”ngomong aja kalau gak sabar pingin
ketemu Linda?”seru Sahyo.”hahaha,tau aja kamu yo”ujar Hermawan.
Sore
itu semakin panas ditambah jalan di tengah persawahan itu tidak ada pohon yang
rindang,belum lagi sawah yang baru saja dipanen itu meninggalkan gabah kering
yang sebagian dibakar oleh petani,di depan mereka ada gabah yang di bakar
sehingga asapnya menutupi jalan.”waduh,gimana nih bol,asanya tebal banget”kata
Maman.”Ayo nrobos ae “kata Tanto.”Halah,ambune sangit ki ngko”.ujar Misdi.”Haha...gak
apa lah”.Mereka segera menerobos asap putih itu dengan cepat.”huft,Akhirnyaa...”ujar
Sahyo.”Baunya sangittt ,bol!!”kata Maman.”hahaha...”semua tertawa .Setelah
melewati asap putih itu mereka segera bergegas ,sebentar lagi sampai.”Oke
bol,tinggal belok kanan nih”kata Tanto,”Oke..gak sabar pingin buat kejutan adik
penegak dan bantara”jawab Misdika.setelah mereka belok,ternyata adik-adik penegak
pramuka sudah ada yang sampai di MI Salak.”Yahh,gak jadi bikin kejutan
nih!”kata Sahyo.
Akhirnya
mereka sampai di MI Salak,saat memasuki gerbang teriakan adik penegak
menjadi-jadi ,mungkin mereka bingung dan kaget melihat kakak-kakaknya udah
sampai di Basecamp 1.”Mas Sahyooo,Mas Mis,Mas Maman..Mas Tantooo,Mas
Hermawan...”.teriak adik-adik penegak .Haha serasa jadi artis idola yang lewat
aja nih.Setelah memarkirkan sepeda mereka segera bersalaman dengan pembina yang
sudah sampai disitu.”Loh,kalian naik sepeda dari rumah nih?tanya Pak Johan.”iya
pak”jawab Sahyo.”
Senang
rasanya sudah sampai di MI Salak setelah menempuh perjalanan yang lumayan
lah,eitts ceritanya belum selesai lho.mereka ya harus kembali pulang ke SMK
,masak mau sekolah di MI Salak,haha ngak lucu kan tapi kog ketawa ya,haha
aneh.Baru sampai di Basecamp itu adzan Ashar baru berkumandang.”wah,beneran nih
baru adzan,ayo bol ndek musola”.kata Misdika .“Ayo..Ayo...”.
Sore
itu sangat mereka melepas penat sambil duduk-duduk di pinggir ruang kelas,”Dek,ini
yang sudah datang baru berapa sangga?”tanya Maman. “Baru 4 mas”jawab
Adel.”owh,oke-oke,sampean nyepeda nho mas sampai sini?”tanya Adel .”Lha
menurutmu?jawab Maman.”hehe,naik sepeda mas! “.”Lha yo neh”.Daripada kelamaan
menunggu adik-adik datang mereka pun menyusul mereka menyusuri jalur napak
tilas sambil mencari masjid besar untuk menumpang mandi.Tapi sepanjang
perjalanan yang mereka temui adik-adik penegak yang berjalan dengan sedikit
pincang sambil membungkung.”Ayoo dek.Semangatt !”teriak Tanto.”Iya dek bentar
lagi sampai”sambung Maman,mereka terus menyemangati adik-adik penegak soalnya
dulu mereka pernah merasakan apa yang dirasakan adik penegak,pasti capeknya
bukan main jalan puluhan kilo dengan membawa beban di tas.Akhirnya Hermawan dan
kawan-kawan kembali ke Basecamp dan menumpang mandi di musola terdekat ,setelah
mandi mereka kembali sambil bercanda-tawa dan bertukar pengalaman dengan
adik-adik penegak,tak lama kemudian rombongan pembina datang.mereka pun
bergegas bersalaman dengannya.”Loh,anak 5 ini dah sampai duluan,?”kata pak
Febri.”Iya pak “jawab Hermawan.”Naik sepeda dari rumah nih?”Iya Pak”.jawab
Maman.”whalah prajurit sepeda skanida ki,haha”gurau pak Febri.”iya pak kalo di
film ada 5 cm di skanida ada Herdimantoyo,haha”.jawab Misdika.”Herdimantoyo iku
apa?”tanya pak Febri.”singkatan nama kami pak,Hermawan,Misdika,Maman,Tanto dan
Sahyo.”jelas Misdika.”hebat..nanti kalau sudah lulus kalau ketemu nanti kalian
bisa buat bisnis sama-sama ini”.kata pak Febri.”Aminn...
Selain
pak Febri banyak pembina lain yang bertanya pada mereka,padahal jelas-jelas
mereka menempuh perjalanan naik sepeda ada buktinya lagi,eh kog masih tanya
,bahasa kerennya tuh KEPO,haha. kadang disitu mereka merasa sedih .Langit sore
pun menjadi gelap,adzan magrib mulai berkumandang,semua peserta napak tilas
segera menunaikan ibadah,setelah sholat magrib tiba-tiba Eko dan kakak laksana
lainnya sudah datang .mereka terkejut melihat Hermawan dan kawan-kawan datang
lebih awal.Setelah bersalaman,Herdimantoyo sebut saja Hermawan dan kawan-kawan
pergi keluar mencari warung makan,namun sebelum itu mereka berpamitan ke pak
Febri. setelah mencari sekitar daerah tersebut yang ada hanya toko
kelontong,apa boleh buat ,akhirnya mereka membeli biskuit dan air mineral
sebagai pengganjal perut.”Ayo bol makan ndek pos kampling itu”kata Misdika.”ayo’.
Mereka
makan di pos kampling sembari bercerita,”eh bol,gak enak ya masak kita makan
disini sedangkan temen-temen laksana lain masih disana?”kata Sahyo.”lebih gak
enak lagi kalau kita gak iuran trus ikut makan disana,lebih ngrepotin adik
bantaranya kan,kasihan mereka ngurus adik penegak aja masih kualahan”jawab
Misdika.”iya bol,kita disini tuh tujuannya mendampingi adik bantara,gak enak
lah kita jadi beban buat mereka.”sambung Maman.”Tapi pasti kakak laksana pada
nyariin kita,mungkin mereka berfikir buruk
tentang kita,eh kok ngak ikut bareng sama kakak laksana yang lain
gitu”ujar Sahyo..”Terserah mereka berfikir apa tentang kita yang penting kita disini bukan menjauh dari mereka
tapi kita gak mau ngrepotin adik bantara.”jawab Tanto.”sudahlah jangan
dibicarakan ntar suudzon”kata Maman.Mereka pun ganti bahan pembicaan,nah kali
ini berkaitan dengan hal mistis,hal ini sesekali membuat bulu tangannya
merinding.
“Intinya
bol,tiap tempat tuh ada penghuninya tapi aku heran kenapa ya padahal mereka tuh
bisa melihat kita tapi kog kita yang harus sopan,harus menghormati mereka”kata
Tanto.”Allahualam”...
Tak
lama kemudian tampak lampu senter
rombongan napak tilas terlihat,Herdimantoyo pun bergegas mengikuti
rombongan dari belakang,mereka menyusuru persawahan yang tadi .Gelapnya malam
ditemani angin sawah dan asap pembakaran gabah menemani rombongan napak
tilas,sampai di suatu tikungan datang Eko dan kawan-kawan laksana mengendarai
sepeda motor.”Bol,kamu tadi dimana aja?”tanya Eko.”tadi kami nyari makan
ko”jawab Hermawan.”ealah,ngno ya kumpul sama temen-temen laksana yang lain
ta,dah makan belum ?”tanya Eko.”Sudah bol,”jawab Sahyo.Perjalanan selanjutnya
ke basecamp 2 di SDN Jambangan untuk menginap sebentar kurang lebih sekitar
empat puluh lima menit rombongan sampai ke SDN Jambangan dan beristirahat
sebentar disana,Maman sampai terlebih dahulu ke SD dan segera menunaikan sholat
isya’ lalu beristiirahat sedangkan yang lain masih di belakang rombongan
sebagai penyapu jalan,mungkin Maman merasa tidak enak badan dan harus
beristirahat terlebih dahulu.Setelah semua rombongan datang
Hermawan,Sahyo,Misdi dan Tanto langsung sholat isya’ di SD .Suasana SD sangat
ramai dengan keluh kesah adik penegak yang sakit,kebanyakan mereka merasa keram
di kaki akibat jalan terlalu jauh,Setelah sholat mereka menempati pos kampling
untuk beristirahat,wajah Maman mulai pucat dan gelisah,”kamu kenapa Man?’tanya
Sahyo.”gak apa-apa”jawab Maman.sayang di pos kamling tersebut banyak nyamuk
sehingga mereka kembali ke SD dan
mengambilkan Maman obat,namun Maman terlanjur mual Misdika bergegas memijat
leher Maman dan mengkeroknya.”halah,masuk angin nih,gayamu Man..man”ujar Misdika
,akhirnya mereka tidur di dekat adik bantara sambil berkaraoke ria hingga
tertidur pulas ,kira-kira pukul 2 pagi Maman bangun dan langsung karokean
menggunakan headset,dan saat itu bantara dikumpulkan pembina untuk briefing
perjalanan selanjutnya,saat Maman sedang asyik bernyanyi tiba-tiba “Kak
Maman,dipanggil mas Heruy”kata dek Andi.”Haa?? Aku???ada apa dek?”jawab Maman
kaget.”ngak tau kak”jawab dek Andi.”Hayo Maman salahe pagi-pagi dah
karokean”kata Tanto.”lha yo,padahal tadi malem sakit,dah sehat to?sambung Misdika.”hehe,apa
nho !”.Maman pun segera menemui mas Heruy “Man,ini tolong diambil alih buat
pemanasan aja biar gak ngantuk,”kata mas Heruy.”di LBB gitu mas?”tanya
Maman.”iya terserah kamu,nanti kamu bisa minta bantuan temen-temenmu itu”jelas
mas Heruy.Huft,dalam hati Maman nampak lega dikiranya mau diapakan eh ternyata
disuruh mengambil alih barisan adik bantara,
Maman
pun segera melakukan LBB ke adik bantara agar mereka tidak mengantuk,setelah
selesai ganti adik bantara yang melakukan LBB ke adik penegak,sebelum melanjutkan
perjalanan rombongan perlu pemanasan.Perjalanan pun dimulai menuju SMK pagi
yang dingin dan gelap tak menyurutkan semangat rombongan untuk terus
berjalan.Kereta api yang melintas dekat stasiun paron menjadi teman perjalanan
mereka,tak terasa sampai desa dawu dan adzan subuh sudah berkumandang dan
rombongan melaksanakan ibadah di masjid,setelah itu mereka bergegas melanjutkan
perjalanan.
Mentari
pun menampakkan sinarnya hingga menghangatkan perjalanan mereka ,burung-burung
pun bernyanyi bunga pun tersenyum melihat rombongan napak tilas yang penuh
semangat.Namun setelah ini mereka akan melewati jalan raya ringroad yang
ramai,sehingga perlu kewaspadaan ekstra saat berjalan,”kurang lebih masih 5 km
lagi kita sampai ke SMK,masih semangat dek?”teriak Tanto.Saat melintasi ring
road lagi-lagi Maman duluan katanya sih pingin menemui adiknya.Misdika,Hermawan,Sahyo
dan Tanto masih di belakang rombongan sedangkan Maman sudah berada di depan.Tak
lama kemudian mereka menenui Maman sedang duduk bersama adiknya.”Ayo Man
langsung ke sekolahan”kata Sahyo.”iya bol,” Maman kembali tampak murung “Ayo
Man jo mrengut ae we wi tak koseg sisan we ngko”kata Misdika .Maman hanya
tersenyum ringan.Entah apa yang dipikirkan Maman dia nampak sedih sekali dan
hanya diam saja.
Akhirnya
mereka sampai di SMK,”bol,langsung pulang yuk”kata Maman.”kamu kenapa sih,ntar
ow kita kan baru nyampe”jawab Hermawan.”lha yo istirahat dulu kenapa”sambung
Tanto.Maman hanya terdiam,namun sesekali ia tersenyum ringan karena memainkan
walkitalky bersama teman laksana dan adik bantara.Namun Maman selalu menurunkan
dagu dan kembali diam. Tak lama kemudian Mereka berpamitan dengan
pembina,bantara dan kakak laksana dan langsung pulang kembali ke rumah Misdika,tanpa
berkata sepatah kata Maman langsung berpamitan dengan ibu Misdi dan bergegas
pulang dengan wajah yang masih murung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar