Jumat, 08 Januari 2016

Napak Tilas HERDIMANTOYO




NAPAK TILAS HERDIMANTOYO
( Oleh :  Rahmandika Priasandi )
            Try Out pun selesai,Maman segera keluar kelas menuju ke masjid sekolah disana biasanya dia berkumpul dengan temannya dan menunaikan sholat dhuha.Saat di depan masjid tampak Misdika,Sahyo,Tanto dan Hermawan. ”Hey bol*...gimana try out matematikannya? tanya Maman. “hah,lumayan lah” jawab Misdika.”langsung pulang apa sholat dulu ki?” tanya Maman.”Sholat dulu ae lah !” jawab Hermawan.Maman segera  bergegas untuk berwudhu,setelah selesai wudhu “Bentar man,tungguin aku dong ntar imami !” ujar Sahyo.” Ha ? Sholat sendiri-sendiri kenapa,biasanya solat dhuha ya sendiri “.”loh Man ini jam berapa lho,dah waktunya sholat dhuhur nih ?” tanya Tanto.”Ha??? beneran to?Ini jam berapa sih? perasaan masih pagi deh ( bingung mencari jam).” Ini sudah jam 12 siang” ujar Misdika.”Kamu tuh gimana sih ?  masih pusing kali ya abis try out matematika ?” Tanya Hermawan. “Tenang saja Man,ntar kamu pake sepedanya Misdika itu lho ! “sambung Tanto.”Iya nih,bingung aku saya kira masih pagi,bener lo ya ntar aku pake sepedanya Misdika soalnya sepedaku masih rusak ?” jawab Maman. “Iya ya, ayo sholat!” kata Sahyo.
            Setelah sholat mereka bergegas pulang,sampai di dekat gerbang mereka berhenti sejenak.”Ayo pulang bol*?”tanya Maman.”Nanti kita langsung ke rumahnya Misdi” jawab Sahyo.”Aku juga,Tanto tadi berangkat naik sepeda jadi langsung ke rumahnya Misdika “ ujar Hermawan. “Ha? bener ta ?ealah kog gak sms dulu sih kalau mau langsung berangkat,lha kamu dah bawa kaos lapangan,To ?”tanya Maman.”Udah man!” jawab Tanto.”Ya Allah,berarti aku pulang sendiri nho ?” ujar Maman.”Sudah pulang dulu sana,ntar ngumpul di rumahe Misdika jam 1!”kata Sahyo.”Lha kamu gak  langsung ke rumahe Misdika?”tanya Maman.”Bentar,kita mau wifian dulu,hehe”jawab Hermawan.
“Ya udah lah,aku pulang dulu ntar jadi ya jam 1 aku tak langsung ke rumahe Misdika,Asalamualaikum !”ujar Maman.”Waalaikumsalam”...
            Sampainya di rumah ,Maman segera berkemas menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa untuk Napak Tilas.”Mas,ganti baju dulu ta !”ujar Ibu.”Iya bu,ntar langsung berangkat !”jawab Maman.”Jadi ikut Napak Tilas to? “Jadi bu,temen-temen dah ngumpul di rumahnya Misdika.” Lha bapak nanti yang jemput di terminal siapa? Kamu tuh sudah kelas tiga lho bentar lagi ujian,malah ikut kegiatan segala”.”Kemarin aku sudah sms bapak katanya naik becak,sekali ini aja bu?yaa?”jawab Maman.”ya terserah kamu lah,makan dulu gih”!.” iya bu”.Dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya Maman segera makan, setelah selesai dia langsung ganti baju lapangan dan berpamitan kepada ibu.
            Sesampainya di rumah Misdika,Maman segera bersalaman dengan ibu Misdika “Asalamualaikum”...”Waalaikumsalam,ikut napak tilas man?”ujar ibu Misdika, “ikut bu”.:”yaudah, ndang bikin es sana!” .Ibu Misdi penjual tepo kecap,jadi setiap mampir di rumahe ,pasti di bikinin tepo.Hermawan,Sahyo dan Tanto pun asyik ngemil jajanan yang ada di warung ibu Misdika.”Yo,beli permen yuk buat bekal perjalanan ntar?”ajak Maman.”Ayo,tapi aku gak beli apa-apa lho”jawab Sahyo,”iya ya”...”Aku titip bol,tolong belikan air mineral”ujar Hermawan. “Yaudah,kamu beli aja sama Maman,aku gak beli apa-apa egk”jawab Sahyo.”Ealah yaudah”ujar Hermawan. Maman dan Hermawan bergegas pergi ke minimarket dekat rumah Misdika.Setelah membeli beberapa makanan ringan dan air mineral Maman dan Hermawan kembali ke rumah  Misdika.”Man,makan dulu ki dah dibikinim tepo”ujar Misdika.”Iya di aku dah kenyang,tadi aku baru aja makan waktu di rumah,bener !” jawab Maman,”Ya ndang di makan sana,dah dibikinin tepo kog,dibagi ke her kalo ntar gak habis” ujar Misdika. “Iyaa ya”.
Setelah selesai makan ,Hermawan,Misdika,Maman,Tanto dan Sahyo bersiap-siap untuk berangkat sambil mengecek sepedanya masing-masing dan mereka segera berpamitan kepada ibu Misdika.”Bu,pamit dulu ya?’kata Misdika.”iya lha nanti kalian nyusul apa nunnggu di mana gitu?”.”nanti ke rumahe Eko dulu bu,minta petunjuk arah ke MI Salak ,kan nanti basecamp pertama di MI Salak itu bu”jelas Maman.
            Waktu menunnjukkan pukul 13.45 wib,cuaca siang ini cukup panas mereka bersepeda dengan santai sambil sesekali bercanda.”Ayo bol,ini baru melewati 1 ring road,masih ada 2 ring road lagi,haha”ujar Misdika.”banyak banget ow?’tanya Sahyo.”Loh,bener lo pertama ringroad kandangan ni,trus ringroad dari terminal lama ke siliwangi dan dari siliwangi ke jalan raya solo”.jelas Misdika.”whalah,heg.e ya !” .”Her,anak pramuka kira-kira ki dah sampai mana ya?”.tanya cahyo.”gak tau aku,tadi aku disms masih daerah kedunggalar kayag.e”jawab Hermawan.”coba tanyakan Linda, Her?”tanya Maman.”Sudah man,tadi dah ku sms katane di daerah kedunggalar,ya Allah!!!”jawab Hermawan”.”haha,iya ya...”ujar Maman.Mereka terus mengayuh sepedanya, “Bol,bokong sakit eg,sadel sepedahku gak nyaman”kata Misdika.”Haha,sama di,masih mending sepeda kamu gak kenapa-kenapa sepedahku setirnya bengkong nih”ujar Tanto.”dan akhirnya tantangan pun muncul,mereka akan melewati jalan raya solo yang sangat ramai dan dilewati kendaraan besar seperti truck kontainer dan bus cepat.Mereka harus berhati-hati.”Bol,baris 1 banjar dan agak menepi lho jalane ramai!”.”Okeee..”jawab Hermawan “eh bol,mampir ke rumah makan duta ki,di traktir Sahyo!”gurau Misdika.”haha ngawur ae , ngak kog bol Misdika bohong“jawab Sahyo.”Ciyee,mantan pekerjane duta,haha”ledek Maman. Ayunan pedal sepeda mereka semakin cepat,rasa lelah perlahan hilang dengan gurauan mereka namun sepanjang jalan raya solo itu mereka sering menepi keluar dari aspal jalan karena banyak kendaraan besar yang melintas dengan cepat,hal itu membuat suasana agak tegang.”Siapa nih yang tau jalan ke rumahnya Eko?”tanya Misdika.”Tanto tau !”jawab Sahyo.”Iya,pokognya nanti SD Kebon ke selatan terus nanti kalau ada rumah tingkat kita disuruh berhenti dan hubungi Eko biar nanti di jemput”jelas Tanto.”Siip lah”jawab Misdika.”Lha ini,belok kiri bol!”kata Tanto.”Oke..”jawab Sahyo.Setelah melewati jalan raya solo yang ramai itu kini mereka melewati jalanan desa yang agak rusak dan dilapisi tanah urug.Jalan yang berbatu dan berdebu menjadi teman perjalanan mereka,”rumahnya Eko masih jauh To ?”tanya Misdika.”gak tau,pokognya  kalau ada rumah tingkat nanti  kita berhenti disana ,trus menghubungi Eko”jawab Tanto.Mereka terus mengayuh sepedahnya sampai melewati persawahan.”To,coba hubungi Eko kita nih dah nglewati mbulak’an* tapi kog belum ada rumah tingkat ?”tanya Hermawan.”istirahat dulu disini sambil menghubungi Eko”kata Sahyo.”Iya bol...”.Di bawah pohon yang rindang mereka menghilangkan rasa lelah sejenak sambil sesekali menghubungi Eko.”Ayo man,Eko di sms “ kata Tanto.”Iya To,ni sudah aku sms,coba di miscal”.jawab Maman.”Gantian ya Man”ujar Tanto.”Iya To !”.Tanto dan Maman bergantian menghubungi Eko,namun tak ada jawaban dan malah di rijek.”Mungkin Eko lagi tidur ki,nunggu di sini ae sambil istirahat”kata Sahyo.Akhirnya setelah lama beristirahat Eko  berhasil di hubungi oleh Tanto.”Halo bol,kamu di mana?”kata Eko.”Aku lagi ndek mbulak’an,rumahmu dimana?”.jawa Tanto.”halah,masih terus bol,abis itu ada rumah tingkat kamu berhenti disana”kata Eko.”Oke,”...
            Mereka segera melanjutkan perjalanan ,tak lama kemudian terlihat rumah tingkat yang dimaksud Eko,sontak mereka berhenti disana dan mencoba menghubungi Eko kembali,namun seorang ibu berteriak kepada mereka “Mas...rumahnya Eko disitu lo!” .awalnya  mereka bingung maksud dari teriakan ibu  tersebut,eh ternyata dia memberitau rumah Eko yang letaknnya tak  jauh dari rumah tingkat tersebut.Mereka pun mendekat ke  rumah yang ditunjuk ibu  tadi.”sini lo mas rumahnya Eko,loh sampean ki nyepeda dari rumah?”tanya ibu tersebut.”Injeh bu,niki saking kandangan ! “jawab mereka serentak.”whalah-whalah,jauh banget lo ! monggo ! Eko masih mandi “.”Iya bu...”
            Tak lama kemudian Eko pun keluar.”Whalah bol,maaf lo  ya aku tadi ketiduran”kata Eko.”ealah,pantesan di telpon malah di matikan”jawab Tanto.”Hehe,lha kalian bener naik sepeda sampai sini?”tanya Eko.”Iya lah bol,kita tu kalau ngomong gak  pernah bohong”jawab Misdika.”trus,gimana ko rute ke MI  Salak ?”tanya Hermawan. “ loh,kalian langsung ke MI Salak to,gak nunggu temen-temen yang lain?”.”ya enggak lah bol,kita kan naik sepeda ntar kalau  nunggu temen-temen kesorean”.jawab Sahyo.”Iya bol,ntar sampai ke MI dah sore,jadi abis ini langung berangkat aja.”.”Ealah,berarti abis ini kalian langsung ke MI Salak”tanya Eko kembali.”iya bol,nanti kalau kita dah sampai disana duluan rencananya sih mau bikin kejutan untuk adik-adik penegak dan bantara,jadi kalau kita sampai duluan di MI Salak,kita buat penyamaran dan sambutan lah pokonya,hehe.”jelas Misdika.”yaudah bawa bolpoin dan buku tulis gak?”tanya Eko.”Enggak eg bol,”jawab Maman.”Ealah bol...bol..”
Eko masuk ke rumah sebentar mengambil kertas dan bolpoin,dan setelah itu Eko menjelaskan rute ke MI Salak dengan menggambarkan peta.Namun, sembari dijelaskan Eko tentang arah peta mereka malah bergurau,hal ini  membuat suasana makin hangat dan sesaat mereka memperhatikan dengan tertawa terbahak-bahak .Setelah peta yang dibuat Eko selesai mereka bergegas melanjutkan perjalanan.”Pokognya kalian ikuti jalan kampung ini nanti ada jalan aspal belok kiri”jelas Eko.”Oke bol,kita duluan yaa”jawab Sahyo.”Oke bol...hati-hati”.
            Perjalanan dilanjut ke MI Salak yang jaraknya sih lumayan jauh kata Eko,namun mereka tetap semangat mengayuh sepeda ditemani panasnya mentari sore,sesekali Tanto melihat peta untuk mengetahui arah mana yang akan dituju selanjutnya .”To,setelah ini kita belok kemana?”tanya Misdika.”Belok kiri di,tuh jalan aspalnya dah keliatan”jawab Misdika.”kira-kira sampai di MI Salak jam berapa ya”tanya Maman.”mungkin sekitar jam 4 setengah 5 “jawab Hermawan.Adzan ashar mulai berkumandang namun mereka terus mengayuh sepeda .”Bol,gak sholat ashar dulu  ta?”tanya Maman.”Lha gimana nih?kita berhenti sebentar di masjid atau nanti sholat ashar di MI Salak?”jelas Misdika.”sholat asharnya nanti aja kalau sudah sampai di MI Salak”.ujar Sahyo.Setiap ada perempatan maupun pertigaan mereka berhenti sejenak guna memastikan arah jalan yang benar di peta,beberapa perempatan sudah dilalui sesuai dengan petunjuk peta.”bentar bol,sepertinya kita pernah lewat jalan ini deh ?’tanya Maman.”Iya bol,ini kan jalan yang dulu kita Napak Tilas saat jadi penegak ?”jawab Misdika.Tujuan mereka semakin dekat,ayunan pedal sepeda semakin cepat dengan perasaan senang ,mereka bergegas melewati jalan yang masih diingatnya saat napak tilas dulu.”Nah iki lo persawahannya,nanti terus aja ada pertigaan belok kanan dah sampai”ujar Maman.”iya bol,ayo semangat...”kata Misdika.”Ayoo.gak sabar aku pengen ketemu anak penegak”sambung Hermawan.”ngomong aja kalau gak sabar pingin ketemu Linda?”seru Sahyo.”hahaha,tau aja kamu yo”ujar Hermawan.
Sore itu semakin panas ditambah jalan di tengah persawahan itu tidak ada pohon yang rindang,belum lagi sawah yang baru saja dipanen itu meninggalkan gabah kering yang sebagian dibakar oleh petani,di depan mereka ada gabah yang di bakar sehingga asapnya menutupi jalan.”waduh,gimana nih bol,asanya tebal banget”kata Maman.”Ayo nrobos ae “kata Tanto.”Halah,ambune sangit ki ngko”.ujar Misdi.”Haha...gak apa lah”.Mereka segera menerobos asap putih itu dengan cepat.”huft,Akhirnyaa...”ujar Sahyo.”Baunya sangittt ,bol!!”kata Maman.”hahaha...”semua tertawa .Setelah melewati asap putih itu mereka segera bergegas ,sebentar lagi sampai.”Oke bol,tinggal belok kanan nih”kata Tanto,”Oke..gak sabar pingin buat kejutan adik penegak dan bantara”jawab Misdika.setelah mereka belok,ternyata adik-adik penegak pramuka sudah ada yang sampai di MI Salak.”Yahh,gak jadi bikin kejutan nih!”kata Sahyo.
Akhirnya mereka sampai di MI Salak,saat memasuki gerbang teriakan adik penegak menjadi-jadi ,mungkin mereka bingung dan kaget melihat kakak-kakaknya udah sampai di Basecamp 1.”Mas Sahyooo,Mas Mis,Mas Maman..Mas Tantooo,Mas Hermawan...”.teriak adik-adik penegak .Haha serasa jadi artis idola yang lewat aja nih.Setelah memarkirkan sepeda mereka segera bersalaman dengan pembina yang sudah sampai disitu.”Loh,kalian naik sepeda dari rumah nih?tanya Pak Johan.”iya pak”jawab Sahyo.”
Senang rasanya sudah sampai di MI Salak setelah menempuh perjalanan yang lumayan lah,eitts ceritanya belum selesai lho.mereka ya harus kembali pulang ke SMK ,masak mau sekolah di MI Salak,haha ngak lucu kan tapi kog ketawa ya,haha aneh.Baru sampai di Basecamp itu adzan Ashar baru berkumandang.”wah,beneran nih baru adzan,ayo bol ndek musola”.kata Misdika .“Ayo..Ayo...”.
Sore itu sangat mereka melepas penat sambil duduk-duduk di pinggir ruang kelas,”Dek,ini yang sudah datang baru berapa sangga?”tanya Maman. “Baru 4 mas”jawab Adel.”owh,oke-oke,sampean nyepeda nho mas sampai sini?”tanya Adel .”Lha menurutmu?jawab Maman.”hehe,naik sepeda mas! “.”Lha yo neh”.Daripada kelamaan menunggu adik-adik datang mereka pun menyusul mereka menyusuri jalur napak tilas sambil mencari masjid besar untuk menumpang mandi.Tapi sepanjang perjalanan yang mereka temui adik-adik penegak yang berjalan dengan sedikit pincang sambil membungkung.”Ayoo dek.Semangatt !”teriak Tanto.”Iya dek bentar lagi sampai”sambung Maman,mereka terus menyemangati adik-adik penegak soalnya dulu mereka pernah merasakan apa yang dirasakan adik penegak,pasti capeknya bukan main jalan puluhan kilo dengan membawa beban di tas.Akhirnya Hermawan dan kawan-kawan kembali ke Basecamp dan menumpang mandi di musola terdekat ,setelah mandi mereka kembali sambil bercanda-tawa dan bertukar pengalaman dengan adik-adik penegak,tak lama kemudian rombongan pembina datang.mereka pun bergegas bersalaman dengannya.”Loh,anak 5 ini dah sampai duluan,?”kata pak Febri.”Iya pak “jawab Hermawan.”Naik sepeda dari rumah nih?”Iya Pak”.jawab Maman.”whalah prajurit sepeda skanida ki,haha”gurau pak Febri.”iya pak kalo di film ada 5 cm di skanida ada Herdimantoyo,haha”.jawab Misdika.”Herdimantoyo iku apa?”tanya pak Febri.”singkatan nama kami pak,Hermawan,Misdika,Maman,Tanto dan Sahyo.”jelas Misdika.”hebat..nanti kalau sudah lulus kalau ketemu nanti kalian bisa buat bisnis sama-sama ini”.kata pak Febri.”Aminn...
Selain pak Febri banyak pembina lain yang bertanya pada mereka,padahal jelas-jelas mereka menempuh perjalanan naik sepeda ada buktinya lagi,eh kog masih tanya ,bahasa kerennya tuh KEPO,haha. kadang disitu mereka merasa sedih .Langit sore pun menjadi gelap,adzan magrib mulai berkumandang,semua peserta napak tilas segera menunaikan ibadah,setelah sholat magrib tiba-tiba Eko dan kakak laksana lainnya sudah datang .mereka terkejut melihat Hermawan dan kawan-kawan datang lebih awal.Setelah bersalaman,Herdimantoyo sebut saja Hermawan dan kawan-kawan pergi keluar mencari warung makan,namun sebelum itu mereka berpamitan ke pak Febri. setelah mencari sekitar daerah tersebut yang ada hanya toko kelontong,apa boleh buat ,akhirnya mereka membeli biskuit dan air mineral sebagai pengganjal perut.”Ayo bol makan ndek pos kampling itu”kata Misdika.”ayo’.
Mereka makan di pos kampling sembari bercerita,”eh bol,gak enak ya masak kita makan disini sedangkan temen-temen laksana lain masih disana?”kata Sahyo.”lebih gak enak lagi kalau kita gak iuran trus ikut makan disana,lebih ngrepotin adik bantaranya kan,kasihan mereka ngurus adik penegak aja masih kualahan”jawab Misdika.”iya bol,kita disini tuh tujuannya mendampingi adik bantara,gak enak lah kita jadi beban buat mereka.”sambung Maman.”Tapi pasti kakak laksana pada nyariin kita,mungkin mereka berfikir buruk  tentang kita,eh kok ngak ikut bareng sama kakak laksana yang lain gitu”ujar Sahyo..”Terserah mereka berfikir apa tentang kita yang  penting kita disini bukan menjauh dari mereka tapi kita gak mau ngrepotin adik bantara.”jawab Tanto.”sudahlah jangan dibicarakan ntar suudzon”kata Maman.Mereka pun ganti bahan pembicaan,nah kali ini berkaitan dengan hal mistis,hal ini sesekali membuat bulu tangannya merinding.
“Intinya bol,tiap tempat tuh ada penghuninya tapi aku heran kenapa ya padahal mereka tuh bisa melihat kita tapi kog kita yang harus sopan,harus menghormati mereka”kata Tanto.”Allahualam”...
Tak lama kemudian tampak lampu senter  rombongan napak tilas terlihat,Herdimantoyo pun bergegas mengikuti rombongan dari belakang,mereka menyusuru persawahan yang tadi .Gelapnya malam ditemani angin sawah dan asap pembakaran gabah menemani rombongan napak tilas,sampai di suatu tikungan datang Eko dan kawan-kawan laksana mengendarai sepeda motor.”Bol,kamu tadi dimana aja?”tanya Eko.”tadi kami nyari makan ko”jawab Hermawan.”ealah,ngno ya kumpul sama temen-temen laksana yang lain ta,dah makan belum ?”tanya Eko.”Sudah bol,”jawab Sahyo.Perjalanan selanjutnya ke basecamp 2 di SDN Jambangan untuk menginap sebentar kurang lebih sekitar empat puluh lima menit rombongan sampai ke SDN Jambangan dan beristirahat sebentar disana,Maman sampai terlebih dahulu ke SD dan segera menunaikan sholat isya’ lalu beristiirahat sedangkan yang lain masih di belakang rombongan sebagai penyapu jalan,mungkin Maman merasa tidak enak badan dan harus beristirahat terlebih dahulu.Setelah semua rombongan datang Hermawan,Sahyo,Misdi dan Tanto langsung sholat isya’ di SD .Suasana SD sangat ramai dengan keluh kesah adik penegak yang sakit,kebanyakan mereka merasa keram di kaki akibat jalan terlalu jauh,Setelah sholat mereka menempati pos kampling untuk beristirahat,wajah Maman mulai pucat dan gelisah,”kamu kenapa Man?’tanya Sahyo.”gak apa-apa”jawab Maman.sayang di pos kamling tersebut banyak nyamuk sehingga mereka kembali ke SD dan  mengambilkan Maman obat,namun Maman terlanjur mual Misdika bergegas memijat leher Maman dan mengkeroknya.”halah,masuk angin nih,gayamu Man..man”ujar Misdika ,akhirnya mereka tidur di dekat adik bantara sambil berkaraoke ria hingga tertidur pulas ,kira-kira pukul 2 pagi Maman bangun dan langsung karokean menggunakan headset,dan saat itu bantara dikumpulkan pembina untuk briefing perjalanan selanjutnya,saat Maman sedang asyik bernyanyi tiba-tiba “Kak Maman,dipanggil mas Heruy”kata dek Andi.”Haa?? Aku???ada apa dek?”jawab Maman kaget.”ngak tau kak”jawab dek Andi.”Hayo Maman salahe pagi-pagi dah karokean”kata Tanto.”lha yo,padahal tadi malem sakit,dah sehat to?sambung Misdika.”hehe,apa nho !”.Maman pun segera menemui mas Heruy “Man,ini tolong diambil alih buat pemanasan aja biar gak ngantuk,”kata mas Heruy.”di LBB gitu mas?”tanya Maman.”iya terserah kamu,nanti kamu bisa minta bantuan temen-temenmu itu”jelas mas Heruy.Huft,dalam hati Maman nampak lega dikiranya mau diapakan eh ternyata disuruh mengambil alih barisan adik bantara,
Maman pun segera melakukan LBB ke adik bantara agar mereka tidak mengantuk,setelah selesai ganti adik bantara yang melakukan LBB ke adik penegak,sebelum melanjutkan perjalanan rombongan perlu pemanasan.Perjalanan pun dimulai menuju SMK pagi yang dingin dan gelap tak menyurutkan semangat rombongan untuk terus berjalan.Kereta api yang melintas dekat stasiun paron menjadi teman perjalanan mereka,tak terasa sampai desa dawu dan adzan subuh sudah berkumandang dan rombongan melaksanakan ibadah di masjid,setelah itu mereka bergegas melanjutkan perjalanan.
Mentari pun menampakkan sinarnya hingga menghangatkan perjalanan mereka ,burung-burung pun bernyanyi bunga pun tersenyum melihat rombongan napak tilas yang penuh semangat.Namun setelah ini mereka akan melewati jalan raya ringroad yang ramai,sehingga perlu kewaspadaan ekstra saat berjalan,”kurang lebih masih 5 km lagi kita sampai ke SMK,masih semangat dek?”teriak Tanto.Saat melintasi ring road lagi-lagi Maman duluan katanya sih pingin menemui adiknya.Misdika,Hermawan,Sahyo dan Tanto masih di belakang rombongan sedangkan Maman sudah berada di depan.Tak lama kemudian mereka menenui Maman sedang duduk bersama adiknya.”Ayo Man langsung ke sekolahan”kata Sahyo.”iya bol,” Maman kembali tampak murung “Ayo Man jo mrengut ae we wi tak koseg sisan we ngko”kata Misdika .Maman hanya tersenyum ringan.Entah apa yang dipikirkan Maman dia nampak sedih sekali dan hanya diam saja.
Akhirnya mereka sampai di SMK,”bol,langsung pulang yuk”kata Maman.”kamu kenapa sih,ntar ow kita kan baru nyampe”jawab Hermawan.”lha yo istirahat dulu kenapa”sambung Tanto.Maman hanya terdiam,namun sesekali ia tersenyum ringan karena memainkan walkitalky bersama teman laksana dan adik bantara.Namun Maman selalu menurunkan dagu dan kembali diam. Tak lama kemudian Mereka berpamitan dengan pembina,bantara dan kakak laksana dan langsung pulang kembali ke rumah Misdika,tanpa berkata sepatah kata Maman langsung berpamitan dengan ibu Misdi dan bergegas pulang dengan wajah yang masih murung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar